10 Menit Belajar Pemrograman Pascal dari Nol sampai Mahir

10 Menit Belajar Pemgroraman Pascal dari No sampai Mahir

10 Menit Belajar Pemrograman Pascal dari Nol sampai Mahir - Terlebih dahulu kita harus tau pascal adalah bahasa pemgoraman yang pertama kali dibuat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan prancis, Blaise Pascal yang pertama kali menciptakan mesin penghitung. Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemgrograman komputer kepada mahasiswanya, selain itu beliau juga membuat pascal untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.

Pada zaman sekerang, bahasa pemrograman pascal biasanya digunakan sebagai pengantar atau materi awal sebelum belajar lebih jauh tentang bahasa pemrograman yang lain. Karena di pascal kita belajar atau melatih kemampuan membaca algoritma sebuah masalah dan implementasikannya pada pemgroraman. Banyak sekali bahasa pemgoraman yang lebih kompleks dari pascal, tetapi sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya belajar dulu pascal.

Agar lebih cepat 10 Menit Belajar Pemrograman Pascal dari Nol sampai Mahir, maka langsung saja kita mulai. Ada beberapa materi yang akan kita pelajari, yaitu:

Berikut Materi dan Praktek Pemrograman Pascal

  1. Struktur Bahasa Pemgoraman Pascal
  2. Secara umum struktur program pascal terdiri dari:
        Judul Program
        Bagian Deklarasi
        	deklarasi piranti
        	deklarasi label
        	deklarasi konstanta
        	deklarasi tipe
        	deklarasi variabel
        	deklarasi prosedur
        	deklarasi fungsi
        Bagian Pernyataan

    Dari struktur di atas, pada prakteknya tidak harus semua bagian dari struktur tersebut harus ada, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dalam aplikasi yang ingin dibuat. Contohnya tidak harus ada judul program, konstanta, deklarsi label dan lain-lain. Penulisan dalam program pascal bisa ditulis pada baris berapapun tidak harus dimulai pada baris tertentu, yang terpenting setiap pernyataan ditulis harus diakhiri dengan titik koma (;). Penulisan huruf besar dan kecil dianggap sama oleh Compiler Pascal. 

    Judul Program berfungsi sebagai identitas sebuah program. Dalam sebuah program hanya terdiri atas satu identitas atau satu kata program. Setelah kata program diikuti oleh sebuah kata sebagai identitas. Identitas ini merupakan sebuah kata yang didefinisikan oleh programmer sendiri (user definite word), dimana ketentuannya adalah:

    • Tidak boleh terdiri atas Space
    • Tidak boleh terdiri atas simbol matematis, seperti: +, -, /, *, dan lain-lain. Jika menggunakan simbol, maka gunakan simbol non matematis, seperti: _
    • Tidak boleh menggunakan kata-kata yang sudah didefinisikan oleh software pascal (pascal definition word), seperti: Begin, End, Write, Read, dan lain-lain.

    Bagian Deklarasi tempat untuk mendefinisikan piranti (unit) input dan output yang dibutuhkan oleh program. Beberapa jenis piranti yang telah disediakan adalah:

    • Crt, yaitu piranti untuk mengatur media monitor dan keyboard, seperti menggunakan perintah Clrscr untuk menghapus layar.
    • Printer, untuk mengatur printer, seperti menggunakan perintah lst.
    • Graph, untuk perintah yang berorientasi ke tampilan grafik.
    • Overlay, unit pengaturan pembagian sebuah aplikasi menjadi dua atau lebih.

    Sebuah program sederhana dapat terdiri atas satu pernyataan saja, seperti:

          Begin {awal pernyataan}
          	    {pernyataan diakhiri titik kom (;)}
          End.  {akhir pernyataan dan diakhiri titik (.)}
     

  3. Perintah Output
  4. Perintah atau statement output digunakan untuk mengatur tampilan dari program pada media output komputer, seperti monitor, printer dan lain-lain. Perintah output yang digunakan adalah Write dan Writeln, perbedaan perintah ini adalah: 

    • Write, setelah pernyataan ini dieksekusi oleh processor, maka posisi kursor berada pada baris yang sama di layar.
    • Writeln, setelah pernyataan ini dieksekusi oleh processor, maka posisi kursor berada pada baris berikutnya di layar.

    Contoh 1

    Program cetak1 (output);
    Begin 
        write ('Be');
        write ('la');
        write ('jar');
    End.
            
    Contoh 2
    Program cetak2 (output);
    Begin 
        write ('My name is');
        writeln ('Lorensius Budiono');
        write ('what yours');
    End.
            
    Contoh 3
    Program tampil;
    Uses crt;
    Begin
        Clrscr;
        Write ('Nama : ');
        Writeln ('Na`am');
    
        Writeln ('Nama: ');
        Writeln ('Jufriadif');
    
        Write ('F');
        Write ('i');
        Write ('l');
        Write ('k');
        Write ('o');
        Writeln('m');
        Writeln('U');
        Writeln('P');
        Writeln('I');
        Readln;
    End.
    
    Contoh 4
    Program tampil;
    Uses crt;
        Const
        Kota = 'Minang Maimbau';
        Var
        Nama : String [15] = 'Jufriadif';
        Umur : Integer = 51;
    Begin
        Clrscr;
    
        Write ('Nama : ');
        Writeln (nama);
    
        Write ('Umur : ');
        Writeln (umur);
    
        Write ('Kota : ');
        Writeln (kota);
    
        Write ('IPK : ');
        Writeln (4);
    
        Readln;
    End.
    
    Contoh 5
    Program tampil;
    Uses Crt;
        Const
        Kota = 'Minang Maimbau';
        Var
        nama : String = 'Na`am';
        umur : Integer = 51;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln('Nama : ',nama,'. Umur : ',umur,'. Kota : ',kota,'. IPK : 
        ',4);
        Readln;
    End.
    
    Contoh 6
    Program cetak3 (output);
    Begin
        Writeln (2000);
        Writeln (2000+503);
        Writeln (1075-500);
        Writeln (14*62);
        Writeln (23 div 7);
        Writeln (18 mod 4);
    End.
    
    Contoh 7
    Program tampil;
    Uses Crt;
        Var
        angka_int : Integer = 12345;
        angka_real : real = 1234.123456;
    Begin
        Clrscr;
    
        Writeln (angka_int);
        Writeln (angka_int:4);
        Writeln (angka_int:8);
    
        Writeln (angka_real);
        Writeln (angka_real:4:2);
        Writeln (angka_real:2:4);
        Readln;
    End.
    

  5. Perintah Input
  6. Perintah input berfungsi untuk memasukkan nilai dari media input komputer yang ditampung oleh variabel sebagai data penampung. Perintah yang digunakan adalah Read atau Readln. Dalam menggunakan perintah ini, maka harus dipersiapkan variabel sebagai penampung hasil inputan. Variabel ini harus memiliki tipe data yang sama dengan nilai yang akan diinput.

    Perbedaan Read dengan Readln adalah perintah Read akan membaca data secara horizontal. Dimana setelah proses input selesai, maka posisi cursor akan tetap berada di baris yang sama. Penggunaan Spasi atau Enter dapat memisahkan antara satu input dengan input lainnya. Perintah Readln akan membaca data secara vertikal. Dimana setelah proses input selesai, maka posisi cursor akan pindah ke baris baru berikutnya. Penggunaan Enter dapat memisahkan antara satu input dengan input lainnya.

    Defenisi perbedaan diatas hanya secara teori. Dalam prakteknya, kedua perintah ini akan membuat prilaku berbeda tergantung tipe data yang digunakan. Terutama untuk perintah read yang kadang berfungsi aneh. Kita akan melihat permasalahan ini melalui beberapa contoh kode program.

    Contoh 1
    Program input;
    Uses Crt;
        Var
         nama,alamat : String;
         umur: Integer;
         ipk: Real;
    Begin
       Clrscr;
       Writeln ('Masukkan Data Mahasiswa');
       Writeln ('=======================');
       Write ('Nama :');
       Readln (nama);
       Write ('Alamat :');
       Readln (alamat);
       Write ('Umur :');
       Read (umur);
       Write ('IPK :');
       Readln (ipk);
       Writeln;
       Writeln ('=========HASIL=========');
       Write ('Nama: ',nama,'. Alamat: ',alamat);
       Writeln ('. Umur: ',umur,'. IPK: ',ipk:1:2);
       Readln;
    End.
    
    Contoh 2
    Program input;
    Uses Crt;
      Var
       a,b,c,d : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       Writeln ('Input 4 angka, dipisah dengan spasi:');
       Read (a);
       Read (b);
       Read (c);
       Read (d);
       Writeln;
       Writeln ('Hasil Input:');
       Writeln ('a: ',a,', b: ',b,', c: ',c,', d: ',d);
       Readln; 
      Readln;
    End.
    
    Contoh 3
    Program input;
    Uses Crt;
        Var
        a,b,c,d : Integer;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln('Input 4 angka, dipisah dengan spasi:');
        Read(a,b,c,d);
        Writeln;
        Writeln('Hasil Input:');
        Writeln('a: ',a,'. b: ',b,'. c: ',c,' d: ',d);
    Readln;
    End.
    
    Contoh 4
    Program input;
    Uses Crt;
        Var
        a,b,c,d,e,f,g,h,i : Integer;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln ('Input Matriks 3x3');
        Read (a,b,c);
        Read (d,e,f);
        Read (g,h,i);
        Writeln;
        Writeln ('Hasil Matriks:');
        Writeln (a,' ',b,' ',c);
        Writeln (d,' ',e,' ',f);
        Writeln (g,' ',h,' ',i);
        Readln;
        Readln;
    End.
    
    Contoh 5
    Pprogram input;
    Uses Crt;
        Var
        a,b,c,d,e : Char;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln ('Input Teks Sembarang (5 karakter)');
        Read(a);
        Read(b);
        Read(c);
        Read(d);
        Read(e);
        Writeln;
        Writeln ('Hasil Teks:');
        Write (a,' ',b,' ',c,' ',d,' ',e);
        Readln;
        Readln;
    End.
    
    Contoh 6
    Program input;
    Uses Crt;
        Var
        a,b,c,d,e : Char;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln ('Input Teks Sembarang (5 karakter) :');
        Readln (a);
        Readln (b);
        Readln (c);
        Readln (d);
        Readln (e);
        Writeln;
        Writeln ('Hasil Teks:');
        Write (a,' ',b,' ',c,' ',d,' ',e);
        Readln;
    End.
    
    Contoh 7
    Program input;
    Uses Crt;
        Var
        a,b,c,d : String;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln ('Input 4 kata:');
        Read (a);
        Read (b);
        Read (c);
        Read (d);
        Writeln;
        Writeln ('Hasil Teks:');
        Writeln ('a: ',a);
        Writeln ('b: ',b);
        Writeln ('c: ',c);
        Writeln ('d: ',d);
        Readln;
        Readln;
    End.
    
    Contoh 8
    Program input;
    Uses Crt;
        Var
         a,b,c,d: String;
    Begin
       Clrscr;
       Writeln ('Input 4 kata:');
       Readln (a);
       Readln (b);
       Readln (c);
       Readln (d);
       Writeln;
       Writeln ('Hasil Teks:');
       Writeln ('a: ',a);
       Writeln ('b: ',b);
       Writeln ('c: ',c);
       Writeln ('d: ',d);
       Readln;
    End.
    

  7. Perintah Perulangan (looping)
  8. Perintah perulangan berfungsi untuk mengulang baris pernyataan dieksekusi oleh alat proses (processor) komputer. Banyak perulangan yang dilakukan tidak terbatas, sesuuai dengan kebutuhan algoritma dan processor mampu untuk mengolahnya. Jenis perintah ini terdiri atas: FOR, melakukan proses perulangan dengan telah menetapkan batas awal dan batas akhir dari perulangan tersebut. Bentuk perintah terdiri atas:

    For (variabel_counter) := (nilai_awal) To (nilai_akhir) Do
    Begin 
     	pernyataan yang ingin diproses ulang ...;
    end; 
      
    atau
    For (variabel_counter) := (nilai_awal) Downto (nilai_akhir) Do
    Begin 
     	pernyataan yang ingin diproses ulang ...;
    End; 
      

    Tipe variabel_counter haus bilangan bulat, seperti Integer, Byte, Word, Shortint, atau Longint.

    Contoh 1
    Program cetak5(output);
    Uses Crt;
    	Var k : Integer;
    Begin
        For k:= 1 to 5 do {mencetak 5 kali}
        Begin
        Writeln(‘Tampilan ke-’, k);
        End;
        Repeat Until Keypressed;
    End.
    
    Contoh 2
    Program for_1;
    Uses Crt;
      var
       i: Integer;
    Begin
       Clrscr;
       For i := 1 To 1000 Do
       Begin
       writeln('Hello Bahasa Pemrograman Pascal');
       End;
       Readln;
    End.
    
    Contoh 3
    Program for_2;
    Uses Crt;
        Var
         i: Integer;
    Begin
       Clrscr;
       For i := 10 Downto 0 Do
       Begin
       Writeln('Hitung mundur: ',i);
       End;
       Readln;
    End.
    
    Contoh 4
    Program graph;
       Var
         gr:integer;
        Procedure datar;
       Var
        pjg:integer;
    Begin
      For pjg := 1 To 8 Do
      Write (‘#’);
      Writeln;
      End;
      Procedure sisi;
      Var
      ss:integer;
      Begin
      Write (‘#’);
      For ss := 1 To 6 Do
      Write (‘ ‘);
      Write (‘#’);
      End;
      Begin
      datar; {panggil procedure datar}
      For gr := 1 To 5 Do 
      sisi; {panggil procedure sisi}
      datar; {panggil procedure datar}
    End.
    

    Pengulangan mencetak dengan Sistem NESTING LOOP. Pengertian sederhananya dari Nesting Loop adalah Ada Loop dalam Loop

    Contoh 1
    Program NL (output);
        Var
        index:integer;
    Begin
        For index := 1 To 10 Do
        Begin
        For index := 1 To 8 Do 
        Write (‘+’);
        Writeln;
        End
    End.
    
    Contoh 2
    Program NL (output);
        Var
        baris, kolom : Integer;
    Begin
        For baris := 1 To 10 Do 
        Begin
        For kolom := 1 To 8 Do
        Write (‘+’);
        Writeln;
        End;
    End.
    

    Jika ada loop/perulangan yang tidak saling berhubungan dapat digunakan variabel yang sama, seperti:

    Contoh 3
    Program duasegi(output);
        Var
        baris, kolom : Integer;
    Begin
        For baris := 1 To 10 Do
        Begin
        For kolom := 1 To 8 Do
        Write(‘+’);
        Write (‘ ‘);
        For kolom := 1 To 8 Do
        Write (‘+’);
        Writeln;
        End;
    End.
     

  9. Perintah Percabangan (conditional)
  10. Perintah percabangan dibutuhkan pada saat pemilihan terhadap satu pernyataan tertentu dari beberapa pernyataan yang ada untuk dieksekusi oleh processor. Jika sebuah kondisi terpenuhi, maka processor akan mengeksekusi satu pernyataan yang sudah ditentukan sedangkan pernyataan lain tidak.

    Perintah percabangan If

    Bentuk umum pertama:

    If (kondisi) Then pernyataan;
    

    Kondisi berperan sebagai penentu dari stuktur percabangan. Jika kondisi terpenuhi (bernilai TRUE), maka pernyataan akan dieksekusi. Dan jika kondisi tidak terpenuhi (bernilai FALSE), maka pernyataan tidak dieksekusi. Kondisi terdiri atas operasi perbandingan, misalnya apakah variabel a berisi angka 10, atau variabel password berisi String ‘rahasia’.

    Bagian yang ditandai dengan Begin dan End; adalah blok pernyataan yang yang dieksekusi oleh processor jika kondisi terpenuhi (TRUE). Setelah itu, processor akan melanjutkan mengeksekusi pernyataan berikutnya.

    Contoh 1
    Program struktur_if_then;
    Uses Crt;
      Var
       Angka : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       angka := 10;
       If (angka > 5) Then
       Begin
       Writeln ('Variabel "angka" lebih besar dari 5');
       End;
       Writeln ('Belajar Pascal di Duniailkom');
       Readln;
    End.
    
    Contoh 2
    Program struktur_if_then;
    Uses Crt;
        Var
         Angka : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       angka:=10;
       If (angka > 5) Then
       Begin
       Writeln ('===================================');
       Writeln ('Variabel "angka" lebih besar dari 5');
       Writeln ('===================================');
       End;
       Writeln ('Belajar Pascal di Dunia Komputer');
       Readln;
    End.
    
    Contoh 3
    Program struktur_if_then;
    Uses Crt;
      Var
       Angka : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       Angka := 5;
       If (angka > 5) Then
       Writeln ('Variabel "angka" lebih besar dari 5');
       Writeln('Belajar Pascal di Dunia Komputer');
       Readln;
    End.
    
    Contoh 4
    Program struktur_if_then;
    Uses Crt;
      Var
       Angka : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       Write ('Masukkan sebuah angka: ');
       Readlnv(angka);
       If (angka mod 2 = 0) Then
       Begin
       Writeln('Angka yang anda masukkan merupakan bilangan genap');
       End; 
       Readln;
    End.
    
    Contoh 5
    Program kesukaan(input,output);
        Const
        Bilkessukaan = 18;
        Var
        bil : Integer; {nilai-nilai yang diinputkan}
        index : Integer; {banyaknya penginputan}
        juminput : Integer; {berapa kali ingin menginputkan}
    Begin
        Read (juminput);
        Writeln (‘Ada : ‘ ,juminput,’ nilai yang di inputkan’);
        For index := 1 To juminput Do
        Begin
        Read (bil);
        Write (bil);
        If (bil = bilkesukaan) Then 
         Write (‘ adalah bilangan kesukaan saya’);
        Writeln;
         End;
    End.
    

    Pernyataan yang berada diantara tanda kurung kurawal buka ({) dengan kurung kurawal tutup (}) tidak dieksekusi oleh procesoor. Pernyataan ini berfungsi sebagai komentar.

    Beberapa bentuk kondisi:

    yang_dibandingkan -> operator -> pembanding

    Operator

    Keterangan

    =

    Sama dengan

    < 

    Kecil dari

    > 

    Besar dari

    <=

    Kecil sama dengan

    >=

    Besar sama dengan        

    Contoh 6
    Program compare(input,output);
        Var
        juminput : Integer;
        comparand : Integer;
        bil : Integer;
        greater : Integer;
    Begin
        Read (juminput);
        Writeln (‘Ada sebanyak ‘, juminput, ‘ nilai input’);
        Read (comparand);
        Wrriteln (‘Kita akan check nilai-nilai yang besar dari ‘, 
        comparand);
        greater :=0;
        For counter := 1 To juminput Do
        Begin
        Read (bil);
        Write (bil);
        If (bil > comparand) Then 
         Begin
        Write (‘ adalah lebih besar ‘);
        greater := greater + 1;
        End;
        Writeln;
        End;
        Writeln (‘ Maka ada ‘, greater, ‘ nilai lebih besar.’);
        Readln;
    End.
    

    Bentuk umum kedua

    If (kondisi) Then pernyataan_pertama Else pernyataan_kedua;

    Pernyataan_kedua dieksekusi oleh processor apabila kondisi tidak terpenuhi (False). Sebelum perintah Else tidak boleh ada tanda semicolon (;), karena IF-THEN-ELSE merupakan satu perintah (statement).

    Contoh 7
    Program struktur_if_then_else;
    Uses Crt;
      Var
       Angka : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       angka := 4;
       If (angka > 5) Then
       Begin
       Writeln ('Variabel "angka" lebih besar dari 5');
       End
       Else
       Begin
       Writeln ('Variabel "angka" lebih kecil dari 5');
       End;
       Readln;
    End.
    
    Contoh 8
    Program struktur_if_then_else;
    Uses Crt;
        Var
         angka : Integer;
    Begin
       Clrscr;
       Write ('Masukkan sebuah angka: ');
       Readln (angka);
       If (angka mod 2 = 0) Then
       Begin
       Writeln ('Angka yang anda masukkan merupakan bilangan 
      genap');
       End
       Else
       Begin
       Writeln('Angka yang anda masukkan merupakan bilangan
      ganjil');
       End; 
       Readln;
    End.
    
    Contoh 9
    Program compare(input,output);
        Var
        juminput : Integer;
        comparand : Integer; 
        bil : Integer;
        greater : Integer;
        smaller : Integer;
        Begin
        Read (juminput);
        Writeln ('Ada sebanyak ', juminput, ' nilai input');
        Read (comparand);
        Writeln ('Kita akan check nilai-nilai yang besar dari ', 
        comparand);
        greater=0;
        For counter := 1 To juminput Do
    Begin
        Read (bil);
        Write (bil);
        If (bil > comparand) Then 
         Begin
        Write (' adalah lebih besar ');
        greater := greater + 1;
        End {jika nilai > comparand};
        Else 
         Begin
        Write (' adalah lebih kecil ');
        smaller := smaller + 1;
        End {jika nilai > comparand} 
        Writeln;
        End;
        Writeln (' Maka ada ', greater, ' nilai lebih besar.');
        Writeln (' Dan ada ',smaller, 'niai yang lebih kecil.');
         Readln;
    End.
    

    Di dalam pernyataan juga dapat diisi dengan

    If (kondisi) Then pernyataan;
    Atau
    If (kondisi) Then pernyataan_pertama Else pernyataan_kedua;
      
    Contoh 10
    Program coba_else (input,output);
      Var
      padabrs, padacol : Integer;
      baris, colom : Integer;
    Begin
      Read (padabrs, padacol);
      Writeln (‘Posisi pada(‘, padabrs, ‘, ‘,padacol, ‘) .’);
      For baris :=1 To 8 Do
    Begin
       For colom := 1 To 8 Do
       If (padabrs And padacol) THEN 
       Write (‘ * ’)
       else 
       If ((baris + colom) Mod 2 = 0) Then 
       Write (‘ W’)
       Else 
       Write (‘ B’);
       Writeln;
       End;
     End.
    
    Contoh 11
    Program coba_else (input,output);
        Var
        padabrs, padacol : Integer;
        baris, colom : Integer;
    Begin
        Read (padabrs, padacol);
        Writeln (‘Posisi pada(‘, padabrs, ‘, ‘,padacol, ‘) .’);
        For baris :=1 To 8 Do
    Begin
       For colom := 1 To 8 Do
       If ((padabrs=baris) And (padacol=colom)) THEN 
       Write (‘ * ’)
       else 
       If ((baris + colom) Mod 2 = 0) Then 
       Write (‘ W’)
       Else 
       Write (‘ B’);
       Writeln;
       End;
    End.
    

    Source : Jufriadif Naam - Buku Penunjang Praktek Pascal

    Demikian panduan 10 Menit Belajar Pemrograman Pascal dari Nol sampai Mahir.

    Terimakasih sudah berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan dari teman-teman, silahkan sampaikan pada kolom komentar atau bisa langsung hubungi pada kontak yang sudah kami lampirkan di menu Contact Us.

Comments