4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal Pemula

4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal Pemula


4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal - Di pascal, ada beberapa perintah yang sering digunakan mulai dari perintah yang dianggap mudah sampai perintah yang dianggap sulit. Seperti pada postingan sebelumnya, 10 Menit Belajar Pemrograman Pascal dari Nol sampai Mahir telah kita bahas tentang perintah output, perintah input, perintah perulangan dan perintah percabangan.

Pada kesempatan ini kita akan membahas 4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal, perintah-perintah yang dimaksud adalah :

Berikut Materi dan Praktek 

  1. Perintah Loncat (Jumping)
  2. Perintah loncat dalam Pascal adalah Goto. Peintah ini berfungsi loncat ekseksi ke pernyataan yang dideklarasikan oleh Label.

    Bentuk penulisan:

      Goto Label;

    Label harus berada didalam blok yang sama dengan pernyataan Goto. Hal ini tidak memungkinkan melompat keluar dari dalam procedure atau function. Suatu Label dideklarasikan pada bagian deklarasi Label.

    Bentuk Penulisan:

      Label identifier, ... identifier;
    Contoh 1
    Program penggunaan_GoTo_Label;
    Uses Crt;
        Label atas;
        Var
        nil1, nil2 : Integer;
        nilRata : Real;
        Lagi : Char;
    Begin
        atas:
        ClrScr;
        WriteLn ('Program Hitung Nilai');
        WriteLn ('--------------------');
        WriteLn;
        Write ('Masukan Nilai 1 : ');
        ReadLn (nil1);
        Write ('Masukan Nilai 2 : ');
        ReadLn (nil2);
        nilRata := (nil1 + nil2)/2;
        WriteLn ('Nilai Rata - Rata : ',nilRata:5:2);
        WriteLn;
        Write ('Ingin Hitung Lagi[Y/T] : ');
        ReadLn (Lagi);
        If (Lagi='Y') Then
        GoTo atas;
    End.
    Contoh 2
    Program contohLabel;
    Uses Crt;
        Label menu, luasPersegi, luasSegiTiga, luasLingkaran, keluar;
        Const phi = 3.14;
        var
        s : Integer;
        p,l,luasP : Integer;
        a,t,luasS : Real;
        r,luasL : Real;
    Begin
        Clrscr;
        Goto menu;
        menu:
         Begin
         Writeln ('Menu Menghitung Luas');
         Writeln (‘=====================');
         Writeln ('1. Luas Persegi');
         Writeln ('2. Luas Segi Tiga');
         Writeln ('3. Luas Lingkaran');
         Writeln ('4. Keluar');
         Write ('Masukkan Pilihan Menu [1-4] : '); Readln(s);
         Writeln;
        If (s = 1) Then
        Goto luasPersegi; 
        If (s = 2) Then
        Goto luasSegiTiga; 
        If (s = 3) Then
        Goto luasLingkaran; 
        If (s = 4) Then
        Goto keluar; 
         End;
        luasPersegi:
         Begin
         Writeln ('Menghitung Luas Persegi');
         Writeln (‘=======================');
         Write ('Masukkan Panjang : '); Read(p);
         Write ('Masukkan Lebar : '); Read(l);
         luasP := p * l;
         Write ('Luas Persegi Panjang : ', luasP);
         Writeln;
         Goto menu;
         End;
        luasSegiTiga:
         Begin
         Writeln ('Menghitung Luas Segi Tiga');
         Writeln (‘=========================');
         Write ('Masukkan Alas : '); Read(a);
         Write ('Masukkan Tinggi : '); Read(t);
         luasS := 0.5 * a * t;
         Write ('Luas Segitiga : ', luasS:3:2);
         Writeln;
         Goto menu;
        End;
        luasLingkaran:
         Begin
         Writeln ('Menghitung Luas Lingkaran');
         Writeln (‘=========================');
         Write('Masukkan Jari-jari : ');read(r);
         luasL := phi * r * r;
         Write('Luas Lingkaran : ', luasL:3:2);
         Writeln;
         Goto menu;
         End;
         keluar:
    End.

  3. Perintah Larik (Array)
  4. Array adalah tipe data bentukan yang terdiri dari kumpulan tipe data lain yang diwakili oleh 1 (satu) nama variabel. Dalam satu nama variabel ini dapat menampung banyak nilai (value) dengan tipe dan panjang (type & width) datanya (field) sama. Seperti contoh berikut:

    Contoh 1
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
        Var
         nilai1, nilai2, nilai3, nilai4 : Integer;
    Begin
         Clrscr;
         nilai1 := 17;
         nilai2 := 12;
         nilai3 := 5;
         nilai4 := 40;
         Writeln ('nilai1: ', nilai1);
         Writeln ('nilai2: ', nilai2);
         Writeln ('nilai3: ', nilai3);
         Writeln ('nilai4: ', nilai4);
         Readln;
    End.  

    Tipe data nilai pada Program 40. Diubah kedalam bentuk Array.

    Contoh 2
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
        Var
         Nilai : Array [1..4] Of Integer;
    Begin
       Clrscr;
       Nilai [1] := 17;
       Nilai [2] := 12;
       Nilai [3] := 5;
       Nilai [4] := 40;
       Writeln ('nilai1: ', nilai [1]);
       Writeln ('nilai2: ', nilai [2]);
       Writeln ('nilai3: ', nilai [3]);
       Writeln ('nilai4: ', nilai [4]);
       Readln;
    End.

    Pengisian dan menampilkan data dapat dilakukan secara acak, tetapi harus disesuaikan dengan batasan dan ketetapan yang ada.

    Contoh 3
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
      Var
       Nilai : Array [1..4] Of Integer;
    Begin
       Clrscr;
       Nilai [3] := 17;
       Nilai [4] := 12;
       Nilai [2] := 5;
       Nilai [1] := 40;
       Writeln ('nilai1: ', nilai [3]);
       Writeln ('nilai2: ', nilai [4]);
       Writeln ('nilai3: ', nilai [2]);
       Writeln ('nilai4: ', nilai [1]);
       Writeln ('nilai1: ', nilai [1]);
       Writeln ('nilai2: ', nilai [2]);
       Writeln ('nilai3: ', nilai [3]);
       Writeln ('nilai4: ', nilai [4]);
       Readln;
    End.
    

    Seluruh tipe data dapat digunakan dalam Array dan jumlah indek Arraynya harus sesuai dengan kemampuan memory komputer. Secara standar hanya mampu menampung 255 buah index yang dimulai dari 0.

    Contoh 4
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
      Var
       Kata : Array[0..255] Of String[20];
    Begin
       Clrscr;
       Kata [24] := 'Sedang ';
       Kata [25] := 'belajar Pascal ';
       Kata [26] := 'di ';
       Kata [27] := 'Komputer';
       Write (kata [24]);
       Write (kata [25]);
       Write (kata [26]);
       Write (kata [27]);
       Readln;
    End.
    

    Yang perlu diperhatikan adalah:

    • Setiap variabel yang dinyatakan sebagai ARRAY harus dideklarasikan pada blok VAR
    • Hal yang perlu dideklarasikan adalah nama variabel, indeks variabel dan tipe data variabel
    • Deklarasi ini berfungsi untuk memesanan tempat/memori dari setiap variabel ARRAY tersebut.
    Contoh 5
    Program mhs (input, output);
    Uses Crt;
        Var
        Nama : Array [1..10] Of String[15];
        nobp : Array [1..10] Of Longint;
        quiz,mid,akhir,rata : Array [1..10] Of Real;
        indeks: Array[1..10] of String[1];
        i,n,k : Integer;
    Begin
        Clrscr;
        Write (‘Jumlah Mahasiswa : ‘); Readln(n);
        For i := 1 To n Do
        Begin
        clrscr;
        Gotoxy (10, 5); Write (‘Nama : ‘);
        Gotoxy (10, 6); Write (‘Nobp : ‘);
        Gotoxy (10, 7); Write (‘Nilai Quiz : ‘);
        Gotoxy (10, 8); Write (‘Nilai Mid : ‘);
        Gotoxy (10, 9); write (‘Nilai Akhir : ‘);
        Gotoxy (30, 5); Readln (nama [j]);
        Gotoxy (30, 6); Readln (nobp [j]);
        Gotoxy (30, 7); Readln (quiz [j]);
        Gotoxy (30, 8); Readln (mid [j]);
        Gotoxy (30, 9); Readln (akhir [j]);
        End;
        For k := 1 To n Do
        Begin
        Rata [k] := 0.25 * quiz [k] + 0.25 * mid [k] + 0.5 * akhir
        [k];
        Case rata[k] Of
        0..39 : indeks [k] :=’E’;
        40..54 : indeks [k] :=’D’;
        55..64 : indeks [k] :=’C’;
        65..79 : indeks [k] :=’B’;
        80..100 : indeks [k] :=’A’;
        End;
        End;
        Clrscr;
        Gotoxy (2,2); Write(‘Nama Nobp Rata-rata Indeks’);
        Gotoxy (2,3); Write(‘~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~’);
         { 2345678901234567890123456789012345678
         { 1 2 3 } 
        For i := 1 To n Do
        Begin
        Clrscr;
        Gotoxy (2, 3+i); Write (nama [i]);
        Gotoxy (11, 3+i); Write (nobp [i]);
        Gotoxy (22, 3+i); write (rata [i]);
        Gotoxy (33, 3+i); write (indeks [i]);
        End;
        Gotoxy (2,4+i); Write(‘~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~’);
    End.
    

    Data Array juga dapat meampung data lebih dari satu indek. Indek ini disebut dengan dimensi. Berikut ini adalah latihan penggunaan Aray lebih dari 1 dimensi.

    Contoh 6
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
      var
       nilai : Array [0..1,0..2] Of Integer;
    Begin
       Clrscr;
       nilai [0,0] := 1;
       nilai [0,1] := 2;
       nilai [0,2] := 3;
       nilai [1,0] := 4;
       nilai [1,1] := 5;
       nilai [1,2] := 6;
       Writeln ('nilai 0,0: ',nilai [0,0]);
       Writeln ('nilai 0,1: ',nilai [0,1]);
       Writeln ('nilai 0,2: ',nilai [0,2]);
       Writeln ('nilai 1,0: ',nilai [1,0]);
       Writeln ('nilai 1,1: ',nilai [1,1]);
       Writeln ('nilai 1,2: ',nilai [1,2]);
       Readln;
    End.
    
    Contoh 7
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
      var
       nilai : Array [0..1,0..2] Of Integer;
    Begin
       Clrscr;
       nilai [0,0] := 1;
       nilai [0,1] := 2;
       nilai [0,2] := 3;
       nilai [1,0] := 4;
       nilai [1,1] := 5;
       nilai [1,2] := 6;
       Write ('nilai 0,0: ',nilai [0,0]);
       Write ('nilai 0,1: ',nilai [0,1]);
       Writeln ('nilai 0,2: ',nilai [0,2]);
       Write ('nilai 1,0: ',nilai [1,0]);
       Write ('nilai 1,1: ',nilai [1,1]);
       Writeln ('nilai 1,2: ',nilai [1,2]);
       Readln;
    End.
    
    Contoh 8
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
      Var
       nilai : Array [0..1,0..2,0..3] Of Integer;
    Begin
       Clrscr;
       nilai [0,0,2] := 2;
       Writeln (nilai[0,0,2]);
       nilai [1,2,3] := 999;
       Writeln (nilai[1,2,3]);
       Readln;
    End.
    
    Contoh 9
    Program tipe_array;
    Uses Crt;
    Type
     nama_hari = (senin,selasa,rabu,kamis,jumat,sabtu,minggu);
     usia = 0..99;
      Var
       hari: Array [0..9] Of nama_hari;
       umur: Array [0..9] Of usia;
    Begin
       Clrscr;
       hari [1] := senin;
       hari [9] := sabtu;
       umur [3] := 17;
       umur [8] := 80;
       Writeln ('hari [1]: ', hari[1]);
       Writeln ('hari [9]: ', hari[9]);
       Writeln ('umur [3]: ', umur[3]);
       Writeln ('umur [8]: ', umur[8]);
       Readln;
    End.
    
    Contoh 10
    Program exArrays;
      Var
       N : Array [1..10] Of Integer; (* n is an array of 10 integers *)
       i, j : Integer;
    Begin
       (* initialize elements of array n to 0 *) 
       For i := 1 To 10 Do
       n[ i ] := i + 100; (* set element at location i to i + 100 *)
       (* output each array element's value *)
       For j := 1 To 10 Do
       Writeln ('Element[', j, '] = ', n[j] );
    End.
    

    ARRAY terhadap RECORD dengan ketentuan, sebagai berikut:

    • Record merupakan type data terstruktur yang harus dideklarasikan sendiri
    • Record terdiri dari beberapa field dimana setiap field harus dinyatakan namanya dan type dari field tersebut
    • Deklarasi dari record dapat dinyatakan pada bagian blok TYPE dan pada blok VAR
    • Untuk melakukan pengolahan terhadap field dapat dilakukan dengan 2 cara:
      • perintah titik
      • statement WITH
    • Dibawah ini adalah contoh deklarasi record
    TYPE mahasiswa = RECORD
        Nama : string [15] ;
        BP : string [8] ;
        Umur : integer ;
    END;
    VAR mhs : mahasiswa; { hanya untuk 1 orang mahasiswa }

    Membaca field dengan menggunakan perintah titik:

    Write ('Nama : '); readln (mhs.nama);
    Write ('Nobp : '); readln (mhs.nobp);
    Write ('Umur : '); readln (mhs.umur);

    Dapat juga menggunakan statement WITH:

    WITH mhs DO
    BEGIN
        Write ('Nama : '); readln (nama);
        Write ('Nobp : '); readln (nobp);
        Write ('Umur : '); readln (umur);
    END ;

    Untuk menampung data Record juga dapat menggunakan Array, seperti:

    Contoh 11
    Program arrayRecord;
    Uses Crt;
      TYPE mahasiswa = RECORD
      Nama : string [15] ;
      BP : string [8] ;
      Umur : integer ;
      END;
      VAR
      mhs : array [1..5] of mahasiswa;
       i : byte;
    BEGIN
       For i := 1 to 5 do
       BEGIN
       WITH mhs[ i ] DO
       BEGIN
       Write ('Nama : '); readln (nama);
       Write ('Nobp : '); readln (nobp);
       Write ('Umur : '); readln (umur);
       END ;
       For i := 1 to 5 do
       BEGIN
       WITH mhs[ i ] DO
       BEGIN
       Write ('Nama : '); writeln (nama);
       Write ('Nobp : '); writeln (nobp);
       Write ('Umur : '); writeln (umur);
       END;
       END;
    END.
    

  5. Perintah Function
  6. Procedure dan Function adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai sub-program (modul program) yang merupakan sebuah program kecil untuk memproses sebagian dari pekerjaan program utama.

    Function hampir sama dengan blok pada procedure, hanya pada function harus dideklarasikan dengan tipe dari function tersebut yang merupakan tipe hasil dari function itu sendiri. Sehingga dikatakan function dapat mengembalikan nilai. Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah:

    • Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya(kalau pada prosedur parameter yang dikirimkan secara acuan).
    • Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasilnya. Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke pengenal variabel yang lainnya.
    • Pada prosedur, nama prosedur tidak dapat digunakan langsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya yang mengandung nilai balik.

    Hal ini dapat dilihat dari bentuk header-nya yang menyebutkan jenis data dari kuantitas yang dihasilkan.Secara umum bentuk header suatu function adalah :

    4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal

    Pada Latihan 58. Adalah sebuah fungsi dengan nama MAX yang dapat menentukan integer terbesar di antara dua integer.

    Contoh 1
    4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal

    Selanjutnya kita dapat menggunakan fungsi di atas dalam suatu program, misalnya dengan menyatakan sebagai berikut :

    p := max(a,b);
    z := max(a+b,a*b);
    q := max(MAX(a,b),c);
    …………………………
    dsb.
    Contoh 2
    Function log (x : Real) : Real;
    Begin
     	log := Ln (x) / Ln (10.0);
    End;
    
    Contoh 3
    Function power (x,y : Real) : Real;
    Begin
    	power := Exp (y * Ln (X))
    End;
    
    Contoh 4
    Function hitung(Var a, b : Integer): Integer;
    Begin
        hitung := a + b;
        End;
        Var x, y : Integer;
        Begin
        Write (‘Nilai X ? ‘);
        Readln (X);
        Write (‘Nilai Y ? ‘);
        Readln (y);
        Writeln;
        Writeln (X,’ + ‘,Y,’ = ‘,Hitung(x,y));
    End.
    

    Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah:

    • Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya (kalau pada prosedur pada parameter yang dikirimkan secara acuan). Pada contoh, nama fungsi tersebut adalah Hitung dan nilai yang dikirim balik berada pada nama fungsi tersebut. Sehingga nama fungsi ini harus digunakan untuk menampung hasil yang akan dikirimkan dari fungsi, sebagai berikut :
    • Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasilnya, sebagai berikut :

    Atau nilai fungsi tersebut yang dapat juga dipindahkan langsung ke pengenal variabel yang lainnya, seperti berikut :

    Sedangkan pada prosedur, nama prosedur tersebut tidak dapat digunakan langsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya yang mengandung nilai balik

    Contoh 5
    rogram contoh;
    Uses Crt;
    	Function faktor(bilangan : Integer) : Real;
    Begin
        If (bilangan = 0) Then 
         faktor := 1
        Else
         faktor := faktor (bilangan - 1) * bilangan;
        End;
        Var
        n : Integer;
        Begin
        Clrscr;
        Write (‘Berapa Faktorial Dari = ‘); Readln(n);
        Writeln (n,’ faktorial = ‘, faktor (n) :9:0);
        Readln;
    End.
    
    Contoh 6
    Program hitung_lingkaran;
    Uses Crt;
    Type
    warna=(merah, kuning, biru);
    Const
    pi = 3.14;
    Var
    jari2 : integer=7;
    warna_lingkaran : warna=merah;
    Function luas_lingkaran : real;
    Begin
     	luas_lingkaran := pi * jari2 * jari2;
    End;
    Procedure kel_lingkaran (jari2 : integer);
    Begin
       Write ('Keliling Lingkaran = ');
       Writeln(PI*(jari2+jari2):4:2, ' cm');
    End;
    Begin
        Clrscr;
        Writeln ('PROGRAM MENGHITUNG LUAS LINGKARAN');
        Writeln ('---------------------------------');
        Writeln ('Diketahui: jari-jari lingkaran = ', jari2,' cm');
        Writeln ('Warna Lingkaran = ', warna_lingkaran);
        Writeln ('Luas Lingkaran = ', luas_lingkaran:4:2, ' cm');
        kel_lingkaran (jari2);
        Readln;
    End.
    
    Contoh 7
    Program exFunction;
    Var
     a, b, ret : Integer;
    (*function definition *)
    Function max (num1, num2: integer) : Integer;
    Var
     (* local variable declaration *)
     Result : Integer;
    Begin
     If (num1 > num2) Then
     result := num1
     Else
     result := num2;
     max := result;
    End;
    Begin
     a := 100;
     b := 200;
     (* calling a function to get max value *)
     ret := max(a, b);
     Writeln( 'Max value is : ', ret );
    End.
    

  7. Perintah Procedure
  8. Prosedur diawali dengan kata cadangan Procedure di dalam bagian deklarasi prosedure. Prosedure dipanggil dan digunakan di dalam blok program yang lainnya dengan menyebutkan judul prosedurnya. Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur, karena :

    • Merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecah-mecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang lebih sederhana dalam bentuk prosedur-prosedur.
    • Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan sewaktu-waktu bila diperlukan.

    Sebagaimana halnya sebuah program, suatu procedure juga memiliki header dan block. Perbedaan bentuknya dengan program hanyalah pada bagian header-nya saja. Bentuk Umum header suatu procedure adalah :

    Jika kita menggunakan procedure dalam suatu program, maka procedure tersebut harus dituliskan pada bagian deklarasi.

    Procedure nama_procedure (parameter);
    Deklarasi variabel,label,…dll;
    Begin
        Statement procedure;
        ………………………….
        ………………………….
    End;

    Contoh untuk mebuat suatu procedure untuk menentukan bilangan bulat terbesar diantara tiga bilangan bulat, maka procedure tersebut adalah sebagai berikut :

    Keterangan:

    Jangkauan identifier yang dideklarasikan dalam suatu blok program hanya berlaku pada blok dimana identifier tersebut didefinisikan.

    Nilai parameter dalam suatu modul program Pascal sifatnya adalah lokal, artinya hanya dapat digunakan pada modul atau unit program y.

    Keterangan : Variabel X dan Y sifatnya adalah lokal untuk prosedur Tanya_hitung, artinya hanya dapat digunakan pada modul itu saja, Pada modul yang lain tidak dapat digunakan. Coba Kerjakan latihan di atas.

    Agar nilai variabel dapat digunakan di modul lainnya, maka dapat dilakukan dengan cara dideklarasikan secara global, yaitu dideklarasikan di atas modul yang menggunakannya. Struktur 1.

    Pada Struktur 1 diatas, variabel A dab B bersifat global untuk prosedur kedua, ketiga dan utama, tetapi tidak bersifat global untuk prosedur kesatu, sehingga prosedur kesatu tidak dapat menggunakan variabelvariabel tersebut. Struktur 2.

    Pada Struktur 2 diatas, variabel A dan B bersifat global untuk semua modul. Parameter yang dikirim dari modul utama ke modul prosedur disebut actual parameter, dan parameter yang ada dan dituliskan pada judul prosedur disebut formal parameter. Parameter yang dikirimkan secara nilai, maka parameter formal yang ada di prosedur akan berisi nilai yang dikirimkan yang kemudian bersifat lokal di prosedur.

    Procedure di atas dapat dipanggil dengan variabel yang berbeda, tetapi penulisannya harus diubah dengan menggunakan parameter sbb:

    Contoh 8

    Bila pengiriman parameter secara acuan (by reference), maka perubahanperubahan yang terjadi pada nilai parameter formal di prosedur akan mempengaruhi nilai actual parameter.

    Contoh 9

    Acuan Forward digunakan untuk mendeklarasikan dimuka judul prosedur terpisah dari bloknya.

    Contoh 10

    Prosedur Standar yang disediakan oleh Turbo Pascal :

    • Prosedur standar EXIT. Digunakan untuk keluar dari suatu blok.
    • Prosedur standar HALT. Digunakan untuk menghentikan proses program baik di program bagian maupun di program utama.
    • Prosedur standar MOVE. Bentuk umum : MOVE (Var source,dest; count : word); Digunakan untuk menyalin suatu blok sebanyak count byte memori dari blok dimulai byte pertama source dan disalinkan ke byte pertama dest.
    • Prosedur standar FILLCHAR. Digunakan untuk mengisi sejumlah byte nilai ke dalam suatu variabel, sebagai berikut:

    FillChar(x;count :word;ch);
    X adalah variabel yang dapat bertipe apapun yang akan diisi dengan nilai tipe ordinal Ch sebanyak count byte.

    Contoh 11

    Rekursif adalah suatu fungsi atau prosedur tersebut dapat memanggil dirinya sendiri. Berikut ini sebuah contoh fungsi dan prosedur yang rekursif.

    Contoh 12
    Contoh 13

    Source : Jufriadif Naam - Buku Penunjang Praktek Pascal

    Demikian materi tentang 4 Perintah Sulit di Pemrograman Pascal Pemula.

    Terimakasih sudah berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan dari teman-teman, silahkan sampaikan pada kolom komentar atau bisa langsung hubungi pada kontak yang sudah kami lampirkan di menu Contact Us.

Comments